Langsung ke konten utama

Boleh?

 Boleh saja kita mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Boleh saja kita dipandang bukan siapa siapa. Namun hak untuk bersikap dan mengambil keputusan adalah hak prerogatif diri. Dan tentu dalam  bersikap bukan karena ingin dipandang siapa dan bgmna oleh orang lain. Semata kita hanya mencoba belajar berusaha untuk menjadi seorang yang mampu untuk berkiprah dan mempersiapkan masa depan anak.  Semua harus diiringi langlah yang nyata. Tentu masa depan milih Allah. Tapi berdoa dan ikhtiar maksimal serta tawakal adalah porsi manusia. biarkan kita mengulurkan tangan ke atas. Dan atas mengulurkan tangan kebawah. Atau bahkan dilingkungan orang lain memandang dan menilai seenaknya. Yes sure, silahkan saya persilahkan. But, belum tentu orang yang memandang lebih baik itu lebih baik. baik, kehidupan selalu maju. Tidak mundur. maka kita harus melangkah maju. dan terus maju. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda depan belakang

 Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...

Definisi gemati

 Aku tu agak laen jg dengan definisi ini, soale, dari kalangan orangtua spt buyut najla mendefinisikannya semacam mau masakke, ngumbahke, ngewangi gawean rumah orangtua itu masuk definisi ini. Beda lg dg perspktif obrolan skitar sini ya, kaya ⁰⁰0 orang yg kaya uang nya itu dianggap gemati. Alias harus royaal gtu ke ortu. Nah definisi ini aku terapkan smpai smua kebutuhan rt krn pozizi aq ikut mrtua ya,aku ksh smua tu, aku cukupi kbutuhan, masak iya aq masak mrtua jg masak, kdng jg aku sndiri yg masak. Trus soal blnja sudh hampir 6 bln ini smua kbtuhan aku tanggung paling mrtua tu kluarin uang 15% dr kbutuhan harian 85% nya aku. Dari beli minyak, so klin, trus bnjla sayur, blnja bumbu, sabun mandi, shmpo sbun cuci piring aku smuaa. Baru soalnya sini trgolong boros soal blnja harian, krna ngelooos soal makanan. Aku punya ank TK dan PAUD jg smua sangu kbutuhanya dr spatu, baju harian, baju skolah, nabung, smuanya aku n suami. Trus masih2 kalo sma mertua itu masyaAllah harus sabar dima...