Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

Tebusan?

 Sudah 4 harian badanku drop, pilek, kalau mau tidur tidak nyaman, sudh usaha minum jamu kunir dsb, ikhtiar, tp bukan obat, krn niatan mau mengurangi. Sudah kebnyakan minum obat sejak kuliah amandel kerap kumat, lahiran minum obat trs, oprasi tumor jg minum obat terus. Skrng giliran cek di riwayat dtng ke puskesmas kok hampir setiap bln skali. Apa bnar ini efek dr vaksin sprt orng2 lain jg disosial media bnyk yang bilang keshtan mnurun ggr vaksin. Bisa jdi. Krn terkuak dia ada efeksamping kanker. Apa karena setiap ada tambahan nikmat dr nya ada satu hal yang lain yg diambil. Ah, kmrin aku hbs baca tulisan mengenai kelalain yang mana memang org indo suka menyalahkan apa2 musibah, pdhl itu blm dia yng usaha 100% dl paling tidak 70%lah, kya diriku ini sie itu relete ya sprtnya. Krna kurng mau ningkatkan krmapuan diri setinggi mungkin giliran ada sebuah penolakan atau tdk singkrongan ih, kya duh a lq bodo amat ya. Sprt itu kira2 dibekaku. Hmmm. Pelajaran yang dipetik adalah usaha dulu ...

Sebatas nge lampah i

 Tau tidak, jika setiap nafas yang Allah kasih untuk kita, karunia penglihatan, tangan kaki yang sempurna, tanpa cacat itu adalah karunia dan modal yang tak terhingga. Masih banyak pandangan stigma masyarat yang masih kurng pas. Tidak menyalahkan atau menghakimi, hanya memandang dari sudut pandang maslahah. Kalau gus baha memberikan dawuh, hidup tidak usah repot asal tidak maksiat sja sudh baik. Hloo kalau di desa rasan2 justru kan biasa adat, katanya g rasan2 itu dikira g srawung orang. Dalam hal ini kalau konteks isi pembicaraannya itu merugikan org lain menyingkir saja. Tapi yang namanya pembicaraan kan tidak rau tu ngalor ngidul g ada batas. Kadang diwarnai debat kusir. Hal itu umum ditemui dikalangan desa. Ada nilai bagus dan tidak disetiap kehidupan baik di desa atau kota. Bukankah Allah yang mengatur jalan. Dikaruniai anak atau suami, orng tua harta, cantik, pintar semua hanya titipan bukan. Manusia dibuat dr tanah apa yang mau disombongkan?? Mencari penghargaan g butuuh yg ...

Harapan

 Diri ku selama mengarungi kehidupan sungguh aku dibuat takjub. Dengan kuasa Nya. Waktu sebelum menitih S2 pun atau selama S1 kurasa amat panjang karunianya. Mungkin kalau dibicarakan saat itu ya, aku amat sangat menghayati dan mendalami rasa kedekatan ku pada Allah. Atas semua kebetulan. Tapi suatu ketika aku jg pernah bilang didirku, bahwa ah, yang namanya manusia pasti tak luput atas cobaan. Bak siang dan malam. Nikmat dan ujian adalah pasangan. SunnatuLlah. sekelas nabi ku tercinta saja Nabi muhammad dicoba smpai beliau berdarah darah sakit dan kepahitan2 hidup yang harus beliau jalani. Duh nangis aku kalau menggambarkan itu. Sampai kita sebagai umat nya yang selalu diutamakan dinomor satu kan. Tapi apa yang hari ini dan sampai hari ini aku lakukan bisa kah se heroik beliau. Nyatanya terkadang diriku ini memang lemaah, bukan terkdng emg lemaah krna hnya hamba Allah. Meskipun dituntut kuat dlam menanggapi semua cobaan hidup. Kadang aku tak merasa apa dan siapa diriku rasa nya ha...