Diri ku selama mengarungi kehidupan sungguh aku dibuat takjub. Dengan kuasa Nya. Waktu sebelum menitih S2 pun atau selama S1 kurasa amat panjang karunianya. Mungkin kalau dibicarakan saat itu ya, aku amat sangat menghayati dan mendalami rasa kedekatan ku pada Allah. Atas semua kebetulan. Tapi suatu ketika aku jg pernah bilang didirku, bahwa ah, yang namanya manusia pasti tak luput atas cobaan. Bak siang dan malam. Nikmat dan ujian adalah pasangan. SunnatuLlah. sekelas nabi ku tercinta saja Nabi muhammad dicoba smpai beliau berdarah darah sakit dan kepahitan2 hidup yang harus beliau jalani. Duh nangis aku kalau menggambarkan itu. Sampai kita sebagai umat nya yang selalu diutamakan dinomor satu kan. Tapi apa yang hari ini dan sampai hari ini aku lakukan bisa kah se heroik beliau. Nyatanya terkadang diriku ini memang lemaah, bukan terkdng emg lemaah krna hnya hamba Allah. Meskipun dituntut kuat dlam menanggapi semua cobaan hidup. Kadang aku tak merasa apa dan siapa diriku rasa nya hampa weh apa diriku ini jenis golongan apa ya gtu. Hmmm. Tapi mengalir saja diri ini, pasrah pada Jalan Nya. Ku yakin apa yang memang menjadi takdirku tidak akan melewatkan ku. Dan apa yang bukan takdirku tidak akan menghampiriku. Iya biginilah hidup, terus berjalan, menitih langkah. Bertemu dengan smua keadaan yang diri kita merasa enak, kurng enak atau bahkan tidak enak sekalipun. Aku orangnya saake nan, tapi kdng saake itu dipake buat dimanfaatkan disitu aku gag mau lagi berurusan dg orng itu atau istilahnya cut. Tapi sepertinya di dunia ini tidak bisa kalau kita cut tdk berhubungan at tidak bicara. Itu bukan solusi yng baik. Memng itu yang perlu kita telan. Dibohongi, dimanfaatkan, bahkan tidak dihrgai. Itu adalh pil untuk kesehatan ruhani bahwa Allah memang tempat terbaik dalam mengadu, merayu, bercengkrama, dan kenyaman2 yang lain. Disitulah yang ku rasa itu nyaman. Sehingga apa pun yang lewat di depan ku, atau harapan2 di pikirku, aku bisa lepaskan dan pasrahkan saja, toh apa pun yang kita kejar kalau itu tidak ditakdirkan untuk kita. Tdk akan didapat. Sebatas menjalani hidup, ibadah yang utama. Dekat sma Allah, berbakti pada suami, dan ortu, bsa mnjdi ibu terbaik untuk anak, menantu yang bisa menghargai mertua meskipun tidak dibls dihrgai bahkan dilupakan diacuhkan, biasa saja, krn tujuannya adalh Allah, baik itu perintah Allah. Jangan biarkan dirmu didekte oleh lingkungan. Kalau dijahati balik jahat. Itu salah BEsAR. Dijahati diam saja, biarkan tangan Allah yang bekerja. Kita baik sjaa krna Allah suka itu. Yakinlah roda hidup itu berputar. Dulu aku masih idealis kok ndak begini kok ndak bgtu, skrng aku ah sudhlah aku bukan tuhan yng bisa mengontrol orng supaya dia baik. Hak Gusti Allah mau dia berubah atau tidak, setidaknya sudah berusaha. Gus baha pun bercerita, labanun kholison, di zaman carut marut sprt ini, yang terpenting kita ttp baik, ibarat sapi, makan rumput didalam campur darh dkk, tapi ttp mngluarkan susu... Untuk karir aku aku nyuwun sma Allah dipernahke tmpat sng saee, sae nggone tur bisyarohe.. hehe, iya dlu aku ga mikri bisyaroh, tp realita hidup itu sosial sja perlu uang, umroh jg perlu uang, mau ibadah lain2 jg perlu uang. Iya intinya uang sbnrnya hnya sebuah kertas. Cuma itu sarana ,alat untuk bisa dekat sma Allah, hati dijaga, lisan dijaga, dan perbuatan yang terpnting dijaga. Kalau orng jahat ke kita biarkan saja, yng pnting kita g balas jahat, diem aja. Menjauh, kdng mndkt jg, krna dia jg tangan Allah yang dikirm untuk ksh pelajarn ke kita bhwa kita tu lemah, yang kuat hanya Allah. Semoga istiqomah dalam kebaikan. Amiiin YRA. Semoga bisa ttp mutholalah ilmu ya Allah, jangn smpe diri ini tidak belajar dlam sehari. Terutama agama islam.
Ini adalah selogan yang sering teman dan ayah ankku katakan kepadaku. Untuk apa memilih jalan yg tidak sesuai dg hati. seprti jalan politik yg sudh nampak sekali gemuk perut nya dibanding kan dengan jalan pendidikan atau jalan wirausaha. Karena untuk dibenak saat ini hanya ada dua jalan yg benar bersih, cuman ini pun sprtnya blm bisa dikatakan bersih 77%. Karena aku yg tau menau dunia sogok suap di dalam prangkat desa ini jdi rahasia di masyarakt desa. Dan dosenku hadis dlu ingt bngt, kalau kita kerja koq pke nyogok jelas tdk halal nya. Sepertinya itu berlaku disna. Kemudian masuk di pnddkn jg kalau ada maharnya itu jg sma tdk halal. Jdi pke jalur yg sewajrnya , meskopun dikata tmnku di marketingan dlu, ga bsa skrng hdup lurus2aja. Kalau maulirus aku suruh jdi ustadzah. Cuma kan ga gtu jg. ya aku maklum dia bkn seorang yg ahli dlm agama. atau mngenyam agama.i hmmm.. kemudian berkaca dari hidup yang telah ku lalui selama 3 stngh tahun ini. sudh menikah, berumah tangga, berada...
Komentar
Posting Komentar