Seyogyanya kehidupan ini hanya alat untuk menuju pelabuhan terakhir yaitu Allah SWT. Maka jika hari ini ditakdirkan dengan keadaan yang enak begitu itu karena semata mata nikmat Allah tiada batas. Sesuatu yang kurang atau nikmat yang berkurang, ada sejuta nikmat bahkan miliyaran nikmat yang ALLAH beri setiap menit dan detiknya. Tak ada yang perlu dirisaukan bahkan digugat, karena tipe pemerontak. Mengalir serahkan takdir pada yang Kuasa, toh semuanya sudah ditata oleh NYa. Baik dari aku dapat suami, belum bekerja tapi iya dibilang klrg mampu dr pda klrg ku, aku tidak harus banting tulang setiap hari cari makan tapi makan masih ditanggung, ini pun nikmat dari ALLah. Rizki yang sellau diluaskan setiap harinya oleh NYa ALhamdulillah. DAN semoga Allah luaskan berkah turah-turah untuk renov klrg aku baik dari adik maupun dari membnatu sesama manusia bukan. Perjalanan hidup ini memberikan aku banyak pelajaran yang akan aku tuangkan dalam barisan kata di sini. Rasanya sudah tak pandai diri ini mengukir kata layaknya desir ombak di pantai. Terkadang aku pun suka dengan kegiatan ini, selain berkutat dengan kehidupan di rumah mertua. Iyaaa memang dikata apa sih, tetap saja ada drama dalam setiap fasenya, baik dari ibu atau ayah mertua. Apalagi anak bahkan suamipun juga begitu. Tak ada kehidupan yang enak semua, karena nabi Muhammad saja sekelas nabi diuji bertubi2, apa lagi kita ya kan skelas manusia biasa orang umum awam. Semua takdir Nya itu yo indah dan baik. ADA hikmah tersirat dan bahkan baru disadari kan oleh kita. Alhamdulillah semua takdir ALLAH itu indaaah. MasyaAllah aku ingin berproses menuju ke ridhoan MU ya Robb.SEMOGA engkau selalu menuntun dan menunjukan yang terbaik untuk hamba Mu ya Allah AMIIINNN... YRA..
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar