Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau diambil ya sialhkn yg jelas aku ngg mau lagi lah tinggal d desa.
Ini adalah selogan yang sering teman dan ayah ankku katakan kepadaku. Untuk apa memilih jalan yg tidak sesuai dg hati. seprti jalan politik yg sudh nampak sekali gemuk perut nya dibanding kan dengan jalan pendidikan atau jalan wirausaha. Karena untuk dibenak saat ini hanya ada dua jalan yg benar bersih, cuman ini pun sprtnya blm bisa dikatakan bersih 77%. Karena aku yg tau menau dunia sogok suap di dalam prangkat desa ini jdi rahasia di masyarakt desa. Dan dosenku hadis dlu ingt bngt, kalau kita kerja koq pke nyogok jelas tdk halal nya. Sepertinya itu berlaku disna. Kemudian masuk di pnddkn jg kalau ada maharnya itu jg sma tdk halal. Jdi pke jalur yg sewajrnya , meskopun dikata tmnku di marketingan dlu, ga bsa skrng hdup lurus2aja. Kalau maulirus aku suruh jdi ustadzah. Cuma kan ga gtu jg. ya aku maklum dia bkn seorang yg ahli dlm agama. atau mngenyam agama.i hmmm.. kemudian berkaca dari hidup yang telah ku lalui selama 3 stngh tahun ini. sudh menikah, berumah tangga, berada...
Nyatanya apa aku bisa? Tanpa izin suami dan aku dibelikan rumah? hmm semoga saja, menikah 6 tahun ini tapi belum punya rumah sndiri dan 2 th ini msh LDR. Heh, kusyukuri apa yang ada didepan mata. Katanya kalau ngg ada yang diwori itu mersa gmna gtu orangtua suami. hemmm memang aku yang bisa hadapi ini. Jk orang lain mental pas pertma kali disni. hhhh. dahlah dahlah ini lah hidupp ukir kebaikan dan kebaktian
BalasHapus