Langsung ke konten utama

Agama dan realitas

 Terkadang terbentur dengan keadaan membuat orang sadar bahwa dia sedang dibodohi, ditipu. Karena orang macam aku ni. Dulu pernah percaya sama seseorang eh trnyta yg dipercaya tidak amanah. Iya bgni lah seringnya dunia. Tapi dalam islam kita diajarkan untuk ikhlas, dan mendoakan agar org tsbt sadar dan tidak mengulangi ke ornag lain. Alias insyaf. Alih2 bgtu fibeda segmen dg orng berbda dan kondisi yg berbeda, kok yo bgtu lagi, dan ini org paling dkt lagi. Tapi ya sudah lah. Semua untuk pmbljaran jangan jatuh d lubang yg sama. Lagi2 dalam agama kita diajarkan untuk ikhlas. Tapi kenapa kalau yg melakukan itu orang trdekat dan kita dalam satu rumah krna dianggap lbh tua ya, lbh dihormati, ditmbah kasus2 yg dilakukan nya itu masyaAllah, tak pantas. Kok makin buat hati ini melihat org itu sebelah mata, tdk segan spt pas pertma aku menginjakkan kaki dirumah ini. Alias numpang. Ah, biarlah, hatiku harus didik kalau itu urusan dia, dosa dia, tapi kenpa soal pola asuh yg sering mengintimidasi anakku untuk bnci dg ibu nya at biar anakku lengket dg dia, dia jilat lakukan permaian kata dan trik. Aku gag suka, dan g ridho dunia akhirat. Ankku didik semacam itu. Balik lagi, emg keadaannya suami kasihan, aku yg mengalah jg sering bahkan. Aku ksh semua untuk klrg suami. Materi, pengabdian, bahkan diriku sndiri tak ku pedulikan. Berkali2 seperti itu. Dan balasannya apa? Tidak ada tuh pengakuan at penghargaan. Kalau aku curhat ke suami pasti bilng hidup ya memang pengabdian katanya. Loh, ortuku saja blm pernh loh aku abdikan diriku ini untuk mereka, la kok giliran ortu dia dia blng spt itu. Aku g pernh dikash unag slm 4 tahun, aku diam saja, rela2 sjaa. Apa to yg blm pernh tak kasih gtu. Dia blng anak ksh uang ke ortu itu sudah luar biasa katanya. Diih, bgmna sieh. Katanya jg ortu bukan tanggjwb ank. Aku ingin menggungat ortumu sj mok pikirke smpek ankku g boleh bareng aku lo. Ggra ktnya kesepen. La opo dia g mikir aku jg punya ortu yg butuh difikirkn. Atau tanggjwbi. Heran kan jd nya. Itu namanya g adil jg. Hmm. Bawa annya naik darah aku kalau bhas sprt ini. Tapi aku bsa apa, aku hnya bilng sama Allah dan berdoa, kelak dihari pembalasan perlihatkan ya Allah keadilanmu pda klrg ku. Dan spt apa tnggjwb suami. Dia mikirke ortu dia smp mendzolimi istri nya lo dan anak nya. Ah, kdg aku berfikir ini dr sudut pndngku spt itu sja atau  bgmn. Kesmpitan gerak, akal pikiran, dan tindakan mnjd pembatas manusia yg bodoh nan lemah ini ya robb.. punya keinginan mikul duwur mendem jero pd ortu sndiri itu kdng hnya angn2 aatau apa? Aku pasrah pada suratan Mu ya robbi. Jika memang ini yang engkau mnta, aku hnya hamba yg lemah, dan sampah. Aku bukan siapa2 ya robbi. Yg ku punya hanya Engkau, pelindungku, penolongku, dan pengasihku.. mugi njenengan paringi lampah kang enteng, bahagia bejo dunia akhirat. Amiiiin ya Allah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan satu piring cukup

 Ini adalah selogan yang sering teman dan ayah ankku katakan kepadaku. Untuk apa memilih jalan yg tidak sesuai dg hati. seprti jalan politik yg sudh nampak sekali gemuk perut nya dibanding kan dengan jalan pendidikan atau jalan wirausaha. Karena untuk dibenak saat ini hanya ada dua jalan yg benar bersih, cuman ini pun sprtnya blm bisa dikatakan bersih 77%. Karena aku yg tau menau dunia sogok suap di dalam prangkat desa ini jdi rahasia di masyarakt desa. Dan dosenku hadis dlu ingt bngt, kalau kita kerja koq pke nyogok  jelas tdk halal nya. Sepertinya itu berlaku disna. Kemudian masuk di pnddkn jg kalau ada maharnya itu jg sma tdk halal. Jdi pke jalur yg sewajrnya , meskopun dikata tmnku di marketingan dlu, ga bsa skrng hdup lurus2aja. Kalau maulirus aku suruh jdi ustadzah. Cuma kan ga gtu jg. ya aku maklum dia bkn seorang yg ahli dlm agama. atau mngenyam agama.i hmmm.. kemudian berkaca dari hidup yang telah ku lalui selama 3 stngh tahun ini. sudh menikah, berumah tangga, berada...

Ujian

 Aku habis lihat Vt di Fb, jk permpuan babyblues bisa mnyakiti anak sndiri. Tapi ya dizaman serba online bgni bnyak jg ibu2 muda yang terpengaruh konten. Kdng memang direalita seorang suami memnag beda dg awal mengejar istri atau awal2 mnikah msh merasakan manis madu. Tapi stlh punya anak, perhatian dan mengejarnya sdh tdk pert dlu. Itu bru psikologis blum jg aspek sosial ekonomi klrg kecil dan besar. Ini bisa dianggap penting bsa jg ya tidak. Aku tim memilih bodo amat, dg sklilongku, ataupun soal rasa tu sudh mati rasa. Ya yang pnting azaz silaturahim dan inti tangjwbnya ada. Dah cukup bagiku. Rizki anak sehat, uang cukup, dan makan cukup. Aku sdh Alhamdulillah. Aku bodo amat jg pandangn orang lain pd diriku sih. Aku sdh melepas smuanya yang angan2 ku, wanita karir dan pnya indpndent. Karena takdir tuhan aku ada disini. Dengan segala kurang lebihnya. Aku pasrahkan jalan ini pada Nya. Aku sudh usaha tp jk tdk direstu ya berjalan apa adanya saja.