Y a Allah, rasanya aku pngen terbang jauh saja, atau bahkan menghilang, atau mungkin menghadap engkau. Disituasi seperti ini, aku yang sllu dipojokkan. Sbg ibu sllu disalahkan oleh mrtua, karena ank menangis, atau g bisa ngeneng2. Anehnya klo ada suami dirumah pasti g berani. Kalau tidak ada suami d rumah kok ngunen nguneni. Aku g pernh mau mmbalas, atau sakit itu tak pendam dan tak ingat2. Sehingga membuat aku dilain waktu ttp mengingat apa yg dilakukan oleh mrtua thdpku. Alias kebiasaannya. Aku berdoa Allah kasih hidayah dan kdng minta balasan sm Allah yg membalas. Hatiku sakit. Dan ketidak adilan ketidak adilan yg dilakukan keseringan nya. Ya Allah, mungkin ini lah dihidup harus dowo usus e.
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar