Langsung ke konten utama

Diriku yang bodoh

 Aku tidak tau sejauh ini bahwa diriku bodoh. Kadang ingin mengutuk keadaan, dan bilang salah pilih pasangan. Karena sejauh ini jk aku yang kerja uange dibuat kebutuhan klg dia bahkan klrg ku sndiri terbngkalai. Dan didalamnya tidak ada rasa saling mencintai atau mengasihi. Setelah sekian purnama harapanku mengenai punya klrg kecil yang bahagia sendiri. Entah dirumh petak, atau ngontrak. Dan harapan itu sprtnya tidak ada titik cerah. Krn sumiku lebih memilih ibunya n klrg nya dr pda aku istrinya dan kebhgiannku. Apa2 sllu ibu nya n ayahnya. Aku nelangsa rasanya. Tapi aku bertanya sm Allah aku crita ke orang nnt dianggap mengumbar aib. Aku crita k suami tentang perasaanku katanya aku yg baper dan lemah. Ya aku hrus bgmn. Aku hanya berharap ke Allah saja.nytanya kenytaan tak si indah harapan. Dan skrng aku dapati dia ternyta naksir cewek2 dan smua cwek itu g mau nikah sm dia. Aku fl pnya harapan bhwa dia akan berubah kl aq punya ank. Iya dl prnh hampir, tp sifat asli dan karkter tdk akan pernh berubah. Nyatanya sama masih. Dan aku yg kalah dg keadaan hrus mengorbankan keinginn dsb. Jadi aku pikir menikah ini serasa sia sia. Kalau ibadah, aku sblm nikah jg mlkukan ibadah. Aku hnya ingin hidup sndiri dg klg kecilku damai tntram, tnpa ada ikut campur dr org lain suami yg tnggjwb tulus tdk menyakiti tp mungkin hnya ada di mimpi. Semoga suatu hari nanti ada kabar itu. Amin.

Komentar