Hari ini aku sempat dan ingat untuk menuliskan kisahku yg selesai dari syauqi. Percetakan ini memberikan ku pelajaran bahwa dunia itu keras sangat keras. setiap hari dimarahi dihina hina dipengaruhi buruk itu hal biasa. Terlebih tugas seorang marketing sendiri itu sudah sangat berat, iya bagiku. Aku orangnya kalau tdk mengerjakn sesuatu dg perfeksionis nda bisa. cuma satu harapanku disana, bisa target omset dlu hbs itu resign. Alhamdulillah aku dh resgn.. cuma aku berasa trauma kaya harus healing gtu. tekann nya ngeri bngt disana. berasa kaget aku dari ngajar koq terus kek gtu.
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar