Mau dikata hidup model apa pun, atau pontang panting parahara kehidupan rumah tangga ataupun d desa semua pernah dilalui. Sekarang tinggal berusaha merajut asa yang tertunda, tak mengejar dunia, tapi wadah kebermanfaatan ilmu, ini penting. setelah sekian lama terombang ambing waktunya berisap dan preapre. Bismillh semoga gusti memberkahi ke inginan ini. Biarlah berjalan apa ada nya semestinya dan seharusnya, krna ayah sudah slse dan dia proses berkiprah, next time tak lanjutkan aku yang berjuang, untuk mencari wadah terlebih dahulu. tidka mau menyia-siakan perjuangan 24 tahun aku menggeluti pendidikan, melalangbuana waktunya mencari tempat menetap. sambil berkarya atas pemaksimalan potensi yang ada. Semangat berproses. Jangan banyak protes. Semua hidup berproses, baik buruk, enak tidak enak, pahit manis.
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar