Keterbatasanku sekarang untuk menggeluti menulis krn jd ibu rumah tangga dengan mengurus satu anak, plus gawean rumh ditumh mertu, serta kesibukanku ngajar les anak anak SD sni, kemudian kesibukanku jk ada tugas2 negara yg harus d slsesaikan. Sepertinya tidak brgitu bnyak ruang lagi, apa lagi ngurus anak yang sering bngt ayah nya myalahian bundanya. Iya sp lagi msak anak yg disalahkan. Hmmm. Oke lah bisanya menulis di blog unek-uneknya kita tulis saja. Asal tidak tumpul ini pikan bisa disalurkan juga. Begroud pnddkn dan yg aku geluti selama di rantau smua usahaku untuk mengembngkan atau menata masa depan yang lbh baik, bak runtuh bgtu saja saat aku menikah dengan suami dg klrgnya yg masih kolot2 dalam pemikiran. Apa lagi tinggal dilingkungn sini. Berbaur ulang dr kota ke desa. Weeh kalang kabut, smua pekerjaan rumah bertambah riweh. Misal klo disemarang aku beli ayam trd dimask tinggal nyuci. Eh disini hrs potong dl ayam, bubuti potong2. Trs bersh2 sisa ayam. Kelapa pun bgtu harus mecah dlu. Klo d kota serba mudah dan praktis.selain itu masak juga pagi siang sore. Kalau aq disemarang hanya sekali saja masak untuk shri. Hmm ya belum hal2 lain obrolan dg ortu dsb. Belum klrg besar lain, atau ttngga yang super duper weeh nyrbalkan. Kwkw ya sudah lama2 aku melepas ekspektasiku dan mencoba menerima realita keadaan. Akhirnya berjalannya waktu aku bisa menerima smua hal dan berbaur.
Ini adalah selogan yang sering teman dan ayah ankku katakan kepadaku. Untuk apa memilih jalan yg tidak sesuai dg hati. seprti jalan politik yg sudh nampak sekali gemuk perut nya dibanding kan dengan jalan pendidikan atau jalan wirausaha. Karena untuk dibenak saat ini hanya ada dua jalan yg benar bersih, cuman ini pun sprtnya blm bisa dikatakan bersih 77%. Karena aku yg tau menau dunia sogok suap di dalam prangkat desa ini jdi rahasia di masyarakt desa. Dan dosenku hadis dlu ingt bngt, kalau kita kerja koq pke nyogok jelas tdk halal nya. Sepertinya itu berlaku disna. Kemudian masuk di pnddkn jg kalau ada maharnya itu jg sma tdk halal. Jdi pke jalur yg sewajrnya , meskopun dikata tmnku di marketingan dlu, ga bsa skrng hdup lurus2aja. Kalau maulirus aku suruh jdi ustadzah. Cuma kan ga gtu jg. ya aku maklum dia bkn seorang yg ahli dlm agama. atau mngenyam agama.i hmmm.. kemudian berkaca dari hidup yang telah ku lalui selama 3 stngh tahun ini. sudh menikah, berumah tangga, berada...
Komentar
Posting Komentar