Ya Allah, kenapa? Kok dia nya ngg punya empati sm skali. Aku crita kondisi klrgku kek gmna. Aku tu yo inginnya dia ikut mikir solusinya. Aku pikir menikah tu bakalan ada dua orang yang akan berfikir sama sama. Aku bantu klrg dia. Soal bapaknya yg mau mndua n skrng ngg jdi. Ada imbasnya aku di jutekin si prmpuanny. Eh skrng giliran aku crita klrgku gtu. Dia ngg ada solusi sm skali. Acuh terkesan. Klrg lo, ya dah klrg lo yg pikirin. Ya Allah, mugi njenengan paringi hidayah suamiku, biar jd imam yg baik. Tak hnya urus kasih uang aj beres, mslh anak jg ngomel2 aja beres. Tapi actionnya kurang. Skrng aku crta klrg ku, jg actionnya kurng. Ya sudahlah aku pasrah, hidup , mati ku hnya ku pasrahkan pada Mu. Seandainya hari ini aku meninggal, aku hnya ingin cepat ketemu dg Mu. Dan merasa capek dg dunia yang tak adil ini. Yang aku harus pikir sndiri. Mugi2 njenengan paringi yg trbaik.amiin.
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar