Dah hampir 1.5 tahun aku LDM sm suami, kadng hidup ngrasa hampa aja. Tapi kadang juga vibes nya seneng. Tapi ngrasa flat jg. Hidup didesa dituntut dekat sm klrg, pdhl kdng kedekatn itu bs berbuah menyakiti, off all tahu atau tidak, ngrasa atau tidak. Tapi ada bagusnya apa2 didatangi gitu. Aku tu sempet mikir nnt kalau meninggal bgmn ya. Kalau hdupku di kota ngg dkt sm klrg. Sama spt suami ku yg mikir g ada ttngga kl d kota dsb. Tapi tadi pagi aku diingatkan oleh bu ida tp scr tdk langsung ya. Orng kaya tak pasti masuk surga. Orang miskin pun jg tak pasti. Mau pintar atau bodoh pun ya smu ujian dia bsa dkt sma yg Kuasa apa tdk. Kemudian wktu buka tiktok, gus baha mengingatkanku bahwa ilmu itu diatas sglnya kajian kitab ilmiah. Menelaah itu yg jangan smpai hilang. Kyai jgn mau difekte org kaya. Kyai nek ke dunnyan yo repot. Dsb itu. Maka aku bodoh selama hidup di candi, kalau mikirku kaya itu tolak ukur. Yang betul ilmu belajar dan telaah itu tradisi2 ulama. Yang harus diwarisi. Masalah kaya atau misakin yang penting bgm alat itu bsa mendekatkan diri pada Allah. Itu the finnal ending. Ingat lagi aku, bahwa yg dibawa mati ada 3 hal, ilmu bermanfaat, ank sholeh/ah, dan amal jariyah, selain ktga itu kita tinggalkan.
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar