Pagi ini mak2 pada bercerita tentang desa ini yang katanya dayang nya perempuan berimbas laki2 pada polah. Ada bnyak rentetan kasus mengenai perselingkuhan atau hubungan diluar nikah. Bahkan bojo loro yo biasa. Dan macam2 ceritanya. Wes pokok e werno2. Aku tidak tau Allah nempatin aku di lingkungan yang masih semacam primitif ini ya. Mungkin ada renacna lain, bahwa prilku baik dan ilmu adalah cahaya. Maka aku berfikir tetaplah menjadi dirimu yang berusaha baik. Meskipun lingkungan yang macam2 warna itu. Kadang yang bikin sakit itu kalau perlakuan yang baik dibalas tidak baik. Tapi biarlah sprt itu, krn kita hidup untuk menerangi skliling dr pd mengutuk kejelekan lebih baik kita berbuat baik. Krn yang diharap adalah senenge pengeran Allah. Bukan manusia. Biar tuhan yang menilai. Njobo njero apik. Wes kui sng utama. Ameh pye2 model pye2 urip ya wes ngne ki urip. Semangat dan bakoh selalu untuk jd org baik. Ku baca2 smua blogku menjadi kisah perjalann hidupku. Siapa ni yang baca terus smua tulisanku.. wa aku ya 082227580387
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar