Memang tidak akan sama antara anak kandung dan anak mantu. Beberapa waktu lalu rombongan mrtua dan nbrp tetangga hbs dr sirahan. Hari ini suami pulng dr semarang. Eh crita bnyak lah mertuaku. Tapi dr kmrin aku g pernh tu d critain. Tapi emang g berharp dkt, pernh jg aku anggap mrtua itu sbg ibuku sndiri tapi nyatanya tak seprti anggapanku. Aku yg salah dalam menganggap, krn selamanya mertua hanya mertua tidak akan pernh sama dg ibu kandung yang sbg tmpt bersandar kata nya. Aku pribadi biasa hidup sebatang kara, jk dibilang kasih sayang dan pengasuhan orangtua kurng sekali iya, mmng bgtu, tapi aku punya Allah yang maha baik.
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar