Aku habis lihat Vt di Fb, jk permpuan babyblues bisa mnyakiti anak sndiri. Tapi ya dizaman serba online bgni bnyak jg ibu2 muda yang terpengaruh konten. Kdng memang direalita seorang suami memnag beda dg awal mengejar istri atau awal2 mnikah msh merasakan manis madu. Tapi stlh punya anak, perhatian dan mengejarnya sdh tdk pert dlu. Itu bru psikologis blum jg aspek sosial ekonomi klrg kecil dan besar. Ini bisa dianggap penting bsa jg ya tidak. Aku tim memilih bodo amat, dg sklilongku, ataupun soal rasa tu sudh mati rasa. Ya yang pnting azaz silaturahim dan inti tangjwbnya ada. Dah cukup bagiku. Rizki anak sehat, uang cukup, dan makan cukup. Aku sdh Alhamdulillah. Aku bodo amat jg pandangn orang lain pd diriku sih. Aku sdh melepas smuanya yang angan2 ku, wanita karir dan pnya indpndent. Karena takdir tuhan aku ada disini. Dengan segala kurang lebihnya. Aku pasrahkan jalan ini pada Nya. Aku sudh usaha tp jk tdk direstu ya berjalan apa adanya saja.
Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...
Komentar
Posting Komentar