Boleh saja kita mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Boleh saja kita dipandang bukan siapa siapa. Namun hak untuk bersikap dan mengambil keputusan adalah hak prerogatif diri. Dan tentu dalam bersikap bukan karena ingin dipandang siapa dan bgmna oleh orang lain. Semata kita hanya mencoba belajar berusaha untuk menjadi seorang yang mampu untuk berkiprah dan mempersiapkan masa depan anak. Semua harus diiringi langlah yang nyata. Tentu masa depan milih Allah. Tapi berdoa dan ikhtiar maksimal serta tawakal adalah porsi manusia. biarkan kita mengulurkan tangan ke atas. Dan atas mengulurkan tangan kebawah. Atau bahkan dilingkungan orang lain memandang dan menilai seenaknya. Yes sure, silahkan saya persilahkan. But, belum tentu orang yang memandang lebih baik itu lebih baik. baik, kehidupan selalu maju. Tidak mundur. maka kita harus melangkah maju. dan terus maju.