Langsung ke konten utama

Postingan

Menghargai

Soal mental dan keadaan disini harus tahan gembleng. Apa lagi, soal hati, weh dah patah berkali-kali apapun itu gaga usah pakai hati ya, pakai otak, dan pakai mulut kalau disini. Itu senii bertahan, meskipun destroyed tapi setidaknya itu akan membuat lega tau, dan gg punya beban. kalau udah ya udah, crewetku berguna juga, kdng males ngomong ya udah diem baeee.

Hidup yang Mengalir

 Sudah berhari-hari kadang aku merasa hambar. Namun dua hari ini aku tidak merasa hambar. Aku melepaskan belengggu pada ririku yang sebenarnya kalau aku tes psikologi ada tpe kepribadian ENTD tipe A. Mungkin itu bagian dari diriku. Aku melepas belenggu-belenggu aku harus begni aku harus begitu dan lain sebagainya. Target2 tinggi yang aku simpul dalam harapan dan berlabuh kesenyapan dalam diri. Sesungguhnya aku bukan orang yang pandai dalam semua hal, lebih ke fleksibel aja mengalir dan mengikuti bagaiamana takdir akan membawaku. Jika didepanku ada batu besar dan menutupi jalanku aku disuruh membelahnya maka akan ku belah. Semata aku tak memikirkan diriku, hanya orang yang ku sayang saja. Ilmu yang kupelajari selama kuliah Alhamdulillah tidak sia-sia, kesabaran, ketekunana, seni bertahan hidup disemua situasi. Ada beberapa hal yang belum bisa aku kuasai dengan  maksimal, seperti seni berkomunikasi, aku menemui semua orang dengan tipe kepribadian dan seni komunikasi yang handal....

Beda depan belakang

 Lihat tuhan menunjukan hal yang aku tidak tau. Nyatanya ya mencari pembenaran untuk diri sendiri mertua ktika bercerita. Seolah benar dan aku salah. Dan nyatanya kejadian najla ngg ada dia main, pin tidak aakan diceritakan secra objektif tanpa penghakiman. Nyatanya aku memang salah sbg ortu apakh bnr aku terima saja diinjak2. Smpai di titik aku asumsikan aku ngg mau lagi tinggal serumah aku ngg mau lagi numpang. Karena nyatanya ktika numpang ada harga diri yang diombang ambing dan dicoreng bgtu saja. Mana ada orang yang mau membenarkan oranglain salah meskipun itu keluarga? Dan kapan aku disetujui untuk tinggal jauh dr klrg dia, pdhl aq dah tnggl jauh dr klrgku. Aku pun mikir bgmn ya Allah. Apakah aku salah. Apakah aku orang yang hina. Baik sih ktika ddpnku atau seolah mengiyakan aku makan. Nyatanya numpang memang tidak nyaman. Dan sprtny kalau aq dirumh mrtua bkalan gtu deh, mk kdng aku rasanya pngn lari, tdk mau d lingkungn itu, males dan ya males ngg mau jg. Kalau ankku mau dia...

Kepala pusing

 Ya Allah rasanya kepalaku pusing. Ggra nanggapi mbok2 yang rempongny ampun dah. Aku mikir yang g mmberatkan gtu. Cm kok aku yg tellu lemah kurng kuat org nya. Bismilah jd orng kuat dan cuek. 

Tak mengungkp apa pun

 Blog ini murni hnya ungkpn keshrian yang tidak bisa merepresentasikan apa pun. Hanya sekedar menulis. Mungkin akan ada waktu yang lama tidak mengabadikn tulisan ini lagi. Blog ini boleh bngt dibaca anku kelak,  cm sbg pmbljran agar tidak mengulang ke kliruan sikap ku. Dan lbh brhati lgi dlm apa pun. Tak mnysali apa pun krn ini yang trbaik Dr Nya. Aku senang dan bahagia bisa berproses dr hari ke hari dan buln k bulan. Aku ngg mau merugikan siapa pun. Aku trimkasih k semua klrg krbat ku atpun krbat suami atas pnglmn hidup d tengh msyrkt desa yg kaya akn tradisi dan budaya. Suatu hr nanti aku hrap diriku bisa ksh sumbangsih yg besar untuk kemanfaatan masyrkt luas trutama islam. Amiin. Sprti doa2 yang dipnjatkn orangtua pd umumny. Bgtu jg ortuku. Sukses sllu dan bhgiasllu untuk kita smua.